Wednesday, June 17, 2009

Entrepreuner atau Wirausaha

Menyambung posting saya sebelumnya tentang outsourcing maka dapat kita pahami bahwa mencari pekerjaan dengan bekerja di sebuah perusahaan itu sulit, apalagi jika keterampilan yang kita miliki tidak terlalu istimewa. Lantas apa yang harus kita lakukan untuk menyambung hidup? Banyak sekali caranya. Salah satu jawaban populer yang saat ini menjadi pemahaman umum adalah dengan menjadi seorang entrepreuner atau wirausaha dalam bahasa indonesia. Apa hal yang memperkuat pendapat saya ini? Dalam bukunya yang berjudul "New Venture Creation" yang baru saja saya beli dan sedang saya baca, Jeffry Timmons menyebutkan bahwa bukan perusahaan besar seperti GM, Cisco, atau IBM yang membuat ekonomi di Amerika Serikatlah tumbuh sebegitu dahsyat. Terutama setelah Perang Dunia II, para wirausaha lah yang mempertahankan ekonomi Amerika Serikat. Bahkan Microsoft pun merupakan buah wirausaha dari Bill Gates dan Paul Allen. Bill Gates melalui Microsoft merupakan sosok wirausaha yang berhasil menjadi orang terkaya di dunia, bukan dengan bekerja di sebuah perusahaan yang telah memiliki sistem.

Akhir-akhir ini sebuah penelitian ilmiah yang dimuat dalam buku di atas menunjukan bahwa lebih dari separuh para pelajar menjawab akan menjadi seorang wirausaha selepas mereka lulus sekolah. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Walaupun belum ada penelitian tentang ini yang saya ketahui, saya yakin bahwa tidak sampai separuh para pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang akan menjadi wirausaha selepas mereka lulus studi. Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut pendapat saya adalah ketidakpastian dan risiko yang melekat pada diri seorang wirausaha. Orang yang akan menjadi wirausaha sangat paham tentang hal ini. Menjadi seorang wirausaha merupakan tantangan berat bagi hidup. Begitu tidak menentunya keadaan yang akan didapatkan.


sumber gambar / picture source : klik di sini / click here

No comments:

Post a Comment

Blog Widget by LinkWithin