Sunday, June 21, 2009

Pemilu Adil dan Bersih

Tidak beberapa lama lagi negara Indonesia yang kita cintai ini akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (pemilu). Pada Pemilu kali, jutaan rakyat Indonesia akan memilih siapakah calon presiden yang paling cocok untuk menjadi pemimpin negeri. Ada tiga pasang calon presiden dan calon presiden (capres dan cawapres) yang berhak untuk dipilih pada tanggal 8 Juli 2009. Mereka adalah (sesuai dengan nomor urut calon) Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto, (Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono, dan Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-WIN).

Jika melihat para calon presiden dan wakil presiden, ada beberapa teman yang mengatakan bahwa pemilu kali ini kurang menarik. Hal utama yang menjadi alasan adalah karena para calon presiden dan wakli presiden merupakan para pemain lama, yang sesungguhnya sudah malang-melintang di jagat perpolitikan Indonesia. Memang di setiap era pergantian kekuasaan, para konstituen mengharapkan akan muncul pemimpin baru dengan demikian juga harapan baru agar untuk masa pemerintahan yang akan datang terjadi perbaikan kehidupan. Hal ini wajar terjadi. Semakin bertambah waktu tentunya semua oarng mengharapkan akan terjadi perbaikan.

Berbicara tentang kriteria normatif, tentu saja banyak pendapat tentang hal ini. Ada yang bilang harus adil, tekun, menganyomi, bijaksana, pandai, dan lain sebagainya. Untuk kriteria praktis ada yang berpendapat bahwa seorang presiden dan calonnya harus agamis, orang kaya, orang pintar, kuliah di luar negeri, militer, orang jawa dan lain sebagainya. Tentu saja masing-masing pihak diperbolehkan untuk menentukan kriteria tersendiri, apalagi sekarang kita hidup di alam yang cukup demokratis. Setiap orang asalkan tidak merugikan kepentingan umum berhak untuk berpendapat dan berusaha sesuai dengan kehendaknya.

Pemilu yang merupakan ajang perebutan kekuasaan ini tentu saja akan menaikkan suhu politik bangsa kita. Walaupun panas, hendaknya kita dapat berpikir secara dingin kepala pada situasi seperti ini. Jangan sampai karena gesekan sana sini akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa kita terobrak-abrik. Malu sama bangsa lain dan diri kita sendiri. Setelah lebih dari setengah abad merdeka, seharusnya masalah sistem politk sudah tuntas terbentuk. Akhirnya semampu dan sesuai dengan kapasitas yang saya miliki, saya mencoba menyerukan: MARI KITA JAGA PEMILU YANG ADIL DAN BERSIH.

sumber gambar / picture source : klik di sini / click here


No comments:

Post a Comment

Blog Widget by LinkWithin